Kalkulasi Liabilitas DBO & Beban Imbalan Pascakerja
Simulasikan estimasi kewajiban imbalan pasti (Defined Benefit Obligation), Biaya Jasa Kini (Current Service Cost), dan beban bunga periodik berdasarkan parameter demografis dan asumsi keuangan terkini.
Parameter Demografis & Asumsi Aktuaria
Fitur Komprehensif Valuasi Imbalan Kerja Karyawan
Dirancang khusus bagi Departemen Keuangan, HR Kompensasi & Benefit, serta Aktuaris Korporasi untuk memastikan akurasi perhitungan tanpa ketergantungan lambat pada spreadsheet manual.
Pemodelan Projected Unit Credit (PUC) Teruji
Metode aktuaria baku yang diwajibkan oleh PSAK 219 dan IAS 19. Mengaitkan setiap periode masa kerja dengan satu unit hak imbalan dan mengukurnya secara terpisah.
Dual Kepatuhan IAS 19 & UU Cipta Kerja PP 35/2021
Secara fleksibel membedah formula perhitungan imbalan pascakerja berdasarkan regulasi PP 35/2021, Perjanjian Kerja Bersama (PKB), atau Peraturan Perusahaan (PP).
Asumsi Aktuaria Finansial & Demografis Dinamis
Memanfaatkan kurva imbal hasil Surat Utang Negara (SUN yield curve), tabel mortalitas Indonesia (TMI IV), tingkat pengunduran diri (turnover), dan ekspektasi kenaikan upah.
Pemisahan P&L vs Pendapatan Komprehensif Lain (OCI)
Memisahkan secara otomatis antara Biaya Jasa Kini & Beban Bunga (masuk ke Laba Rugi) dengan Pengukuran Kembali / Remeasurements selisih aktuaria (masuk ke OCI).
Laporan Valuasi & Kertas Kerja CALK Siap Audit
Ekspor laporan aktuaria formal, analisis sensitivitas tingkat diskonto (±100 bps), dan tabel pengungkapan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) yang siap diserahkan ke KAP.
Sinkronisasi Data Payroll Yaycount ERP & Eksternal
Tarik data demografis karyawan (usia, tanggal mulai bekerja, gaji pokok, tunjangan tetap) secara real-time dari Yaycount HR Payroll atau impor file CSV/Excel dengan validasi cerdas.
Perbandingan Spreadsheet Manual vs Benefits Engine
Ketahui bagaimana otomatisasi aktuaria memitigasi risiko temuan auditor dan kesalahan pencatatan liabilitas jangka panjang bernilai miliaran rupiah.
| Aspek Kepatuhan & Valuasi | Metode Manual / Spreadsheet Tradisional | Benefits Engine (IAS 19 / PSAK 219) |
|---|---|---|
| Metodologi Aktuaria | ✕Formula pesangon flat tanpa pemodelan diskonto dan probabilitas demografis bertahan hidup | Projected Unit Credit (PUC) penuh dengan diskonto obligasi negara & tabel mortalitas TMI IV |
| Perlakuan Regulasi PP 35/2021 | ✕Kerap keliru membedakan kompensasi pensiun normal, efisiensi perusahaan, atau pengunduran diri sukarela | Mesin aturan hukum otomatis memetakan seluruh pasal pesangon PP 35/2021 dan batas masa kerja |
| Pemisahan Rekening Neraca & OCI | ✕Seluruh selisih kewajiban dibebankan sekaligus ke akun laba rugi operasional, mendistorsi laba bersih | Memisahkan Biaya Jasa (P&L) dan Keuntungan/Kerugian Aktuaria (OCI) sesuai paragraf 57–130 PSAK 219 |
| Uji Sensitivitas untuk Audit KAP | ✕Penyusunan simulasi manual berhari-hari saat auditor meminta skenario diskonto ±1% dan kenaikan upah | Matriks sensitivitas instan (±50 bps, ±100 bps) langsung tercetak otomatis dalam format CALK |
| Kecepatan Valuasi Akhir Tahun | ✕Membutuhkan waktu 3–6 minggu menunggu laporan aktuaria konsultan eksternal selesai disusun | Valuasi interim dan akhir tahun dapat dijalankan dalam hitungan menit untuk penutupan buku cepat |
Konsultasi Valuasi Aktuaria & Implementasi Sistem
Diskusikan kompleksitas skema PKB, integrasi database payroll karyawan, atau tinjauan kesiapan audit laporan keuangan bersama tim aktuaria Karsasoft.
Pertanyaan Seputar Benefits Engine
Informasi seputar metodologi aktuaria, kesiapan audit laporan keuangan, dan integrasi data payroll.
Kalkulasi Imbalan Kerja IAS 19 & PSAK 219 Lebih Presisi
Hindari risiko salah saji material liabilitas pesangon pensiun dan percepat penyusunan laporan keuangan audit bersama Karsasoft.